Fandom

Ensiklopedia Islam

Jum'at

1.092pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel
ensiklopedia mengenai:

Jum'at Edit

Hari yang paling baik Edit

Abu Hurairah berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sebaik-baik hari yang di dalamnya terbit matahari adalah hari Jumat. Saat itu Adam diciptakan, saat itu dia dimasukkan ke surga, dan saat itu dia dikeluarkan dari sana."[1]

Redaksi yang lebih panjang dari hadits ini disebutkan pada bagian Waktu mustajab pada hari Jum'at.


Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seutama-utama hari di sisi Allah adalah hari Jumat dan hari itu adalah saksi. Adapun yang disaksikan adalah hari Arafah dan yang dijanjikan adalah Hari Kiamat."[2]
Dari Aus bin Aus, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat, saat itu Adam diciptakan, saat itu dia diwafatkan, saat itu peniupan pertama (sangkakala), dan saat itu pula peniupan kedua. Oleh karena itu, perbanyaklah oleh kalian saat itu salawat kepadaku karena sesungguhnya salawat kalian akan diperlihatkan kepadaku." Aus berkata: Mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah! Dan bagaimana salawat kami ditampakkan kepadamu ketika engkau sudah hancur luluh?" atau mereka berkata, "sudah remuk redam?" Beliau pun bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan jasad para nabi untuk bumi."[3]
Dari Abu Lubabah bin Abdul Mundzir, ia berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya hari Jumat adalah penghulu hari dan hari teragung di sisi Allah. Ia lebih agung di sisi Allah dari Hari Adha dan Hari Fitri. Di dalamnya ada lima perkara: Padanya Allah menciptakan Adam; padanya Allah menurunkan Adam ke bumi; padanya Allah mewafatkannya; padanya ada satu waktu yang seorang hamba tidak meminta sesuatu kepada Allah ketika itu, melainkan Dia akan memberinya selama tidak meminta yang haram; dan padanyalah terjadi Kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat, tidak ada langit, tidak ada bumi, tidak ada angin, tidak ada gunung, tidak pula laut, melainkan mereka merindukan hari Jumat."[4]

Hari disunnahkan memperbanyak shalawat Edit

Dari Anas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Perbanyaklah oleh kalian shalawat kepadaku pada hari Jum'at dan malam Jum'at. Barang siapa bersalawat kepadaku sekali salawat, Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali."[5]
Dari Aus bin Aus, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Perbanyaklah oleh kalian salawat kepadaku pada hari Jumat karena sesungguhnya salawat kalian diperlihatkan kepadaku." Mereka (para sahabat) bertanya, "Bagaimana akan diperlihatkan kepadamu ketika engkau sudah hancur luluh?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mengharamkan bumi memakan jasad para nabi."[6]

Hadis Aus bin Aus ini juga termuat dalam riwayat yang lebih panjang sebagaimana telah disebutkan pada bagian pertama.

Dari Abu Mas'ud al-Anshari radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Perbanyaklah salawat kepadaku pada hari Jumat karena sesungguhnya tidak seorang pun bersalawat kepadaku pada hari Jumat, melainkan akan ditampakkan salawatnya kepadaku."[7]

Makruh mengkhususkan hari Jum'at untuk shalat malam dan berpuasa Edit

Dari Muhammad bin Abbad, ia berkata: Aku bertanya kepada Jabir radhiyallahu 'anhu, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang berpuasa hari Jumat?" Ia menjawab, "Ya. Yaitu menyendirikan puasa."[8]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah seseorang dari kalian berpuasa hari Jumat, kecuali sehari sebelum atau sesudahnya."[9]
Dari Juwairiyah binti Harits radhiyallahu 'anha, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masuk ke rumahnya pada hari Jumat ketika dia sedang berpuasa. Beliau pun bersabda, "Apakah kau berpuasa kemarin?" Dia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya, "Kau hendak berpuasa besok?" Dia menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Kalau begitu, berbukalah." Beliau menyuruhnya, dia pun berbuka.[10]
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Janganlah kalian berpuasa hari Jumat saja."[11]
Laila istri Basyir berkata: Sesungguhnya Basyir bertanya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Bolehkah aku berpuasa hari Jumat dan aku tidak berbicara hari itu kepada siapa pun?" Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah kau berpuasa hari Jumat, kecuali beberapa hari yang ia adalah salah satunya atau puasa sebulan. Adapun perihal kau tidak berbicara kepada siapa pun, maka menurutku kau berbicara tentang kebaikan atau mencegah dari kemungkaran adalah lebih baik daripada kau diam."[12]
Dari Abu Darda, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Wahai Abu Darda! Janganlah kau khususkan malam Jumat dengan salat malam daripada malam-malam lainnya dan jangan pula hari Jumat dengan berpuasa daripada hari-hari lainnya."[13]

Hari yang mempunyai shalat paling utama Edit

Ibnu Umar berkata kepada Himran bin Aban, "Apa yang menghalangimu salat berjamaah?" Ibnu Umar berkata, "Sungguh aku shalat pada hari Jum'at berjamaah Subuh." Ibnu Umar berkata, "Apakah tidak sampai kepadamu bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda, 'Shalat yang paling utama di sisi Allah adalah Shalat Subuh berjamaah pada hari Jum'at'?"[14]

Hari sunnah membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan saat Shalat Subuh Edit

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa membaca pada hari Jum'at saat Shalat Fajar, Alif Lãm Mĩm Tanzīlus-Sajdah dan Hal atā 'alal-insāni hīnun minad-dahri."[15]
Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa membaca saat Shalat Fajar pada hari Jumat, Alif Lãm Mĩm Tanzīlus-Sajdah dan Hal atā 'alal-insāni hīnun minad-dahri dan bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa membaca saat Shalat Jum'at, Surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun.[16]
Dari Sa'ad, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa membaca saat Shalat Fajar pada hari Jum'at, Alif Lãm Mĩm Tanzīlu dan Hal atā 'alal-insāni."[17]
Dari Abdullah bin Mas'ud, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa membaca saat Shalat Subuh pada hari Jum'at, Alif Lãm Mĩm Tanzīlu dan Hal atā 'alal-insāni.[18]

Hari Raya dan Pengadilan Umat Islam Edit

Dari Abu Hurairah dan Hudzaifah, keduanya berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum'at. Untuk orang-orang Yahudi hari Sabtu dan untuk orang-orang Nasrani hari Ahad. Kemudian Allah datang kepada kita, Allah menunjuki kita kepada hari Jum'at. Demikianlah Dia menjadikan hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Dan seperti itu mereka akan mengikuti kita pada Hari Kiamat. Kita adalah orang terakhir dari penduduk dunia, namun orang pertama yang diadili pada Hari Kiamat sebelum mereka dan sebelum seluruh makhluk."[19]
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya ini adalah hari raya yang dijadikan Allah untuk umat Islam. Oleh karena itu, barang siapa mendatangi Salat Jumat, maka hendaklah ia mandi. Jika mempunyai wewangian, maka hendaklah ia mengusapkannya. Dan hendaklah kalian bersiwak."[20]

Hari makruh untuk berbekam Edit

Dari Nafi, dari Ibnu Umar, ia berkata, "Wahai Nafi! Darahku bergejolak. Panggilkan aku seorang tukang bekam. Carikanlah tukang bekam yang sebaya semampumu, jangan mencari yang terlalu tua atau terlalu muda. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 'Berbekam di waktu pagi itu lebih baik. Dalam bekam terdapat penyembuh, berkah, penguat akal dan hafalan. Berbekamlah dengan berkah Allah di hari Kamis. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa karena itu adalah hari ketika Allah menyembuhkan Ayyub dari sakit. Dan Allah menimpakan sakit kepadanya pada hari Rabu. Sesungguhnya kusta dan belang tidak muncul, kecuali pada hari Rabu atau malam Rabu.'"[21]

Hari yang mempunyai kumpulan amal ahli surga Edit

Bahwa Abu Said al-Khudri mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Lima perkara yang barang siapa mengamalkannya dalam satu hari, niscaya Allah menulisnya sebagai ahli surga: Barang siapa menjenguk orang sakit, melayat jenazah, berpuasa sehari, berangkat di hari Jumat (untuk Salat Jumat), dan memerdekakan budak."[22]

Waktu mustajab pada hari Jum'at Edit

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau telah bersabda, "Carilah waktu yang diharapkan pada hari Jumat itu setelah asar hingga terbenam matahari."[23]
Dari Abdullah bin Salam, ia berkata: Aku berkata sementara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sedang duduk, "Sesungguhnya kami temukan dalam Kitabullah bahwa pada hari Jumat ada suatu saat yang tidak menepatinya seorang hamba mukmin yang salat meminta sesuatu kepada Allah di saat itu, melainkan Dia mengabulkan keperluannya." Abdullah berkata, "Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berisyarat kepadaku, 'Atau beberapa saat.'" Aku pun berkata, "Engkau benar, atau beberapa saat." Aku berkata, "Saat apakah itu?" Beliau bersabda, "Saat itu adalah akhir waktu siang." Aku berkata, "Sesungguhnya itu bukanlah waktu salat." Beliau bersabda, "Tentu. Sesungguhnya seorang hamba mukmin jika salat kemudian duduk yang tidak menahannya kecuali salat (wajib berikutnya), maka dia berada dalam salat."[24]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Hari terbaik yang di dalamnya terbit matahari adalah hari Jumat. Saat itu Adam diciptakan, saat itu dia dimasukkan ke dalam surga, dan saat itu dia diturunkan dari surga. Di dalamnya ada suatu waktu yang tidak menepatinya seorang hamba muslim yang salat meminta sesuatu kepada Allah saat itu, melainkan dia akan diberi-Nya."

Abu Hurairah berkata, "Ketika bertemu dengan Abdullah bin Salam, aku menyebutkan hadis ini kepadanya." Dia berkata, "Aku mengetahui waktu itu." Aku berkata, "Beri tahu aku tentang hal itu. Jangan menyembunyikannya dariku." Dia berkata, "Itu adalah setelah asar sampai matahari terbenam." Aku pun bertanya, "Bagaimana setelah asar padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sungguh telah bersabda, 'Tidak menepatinya seorang hamba muslim ketika dia salat' dan tidaklah salat setelah asar?" Abdullah bin Salam berkata, "Bukanlah telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, 'Barang siapa duduk di suatu majlis untuk menunggu salat, maka dia ada di dalam salat'?" Aku berkata, "Tentu." Dia berkata, "Itulah dia."[25]

Redaksi yang hanya memuat bagian awal hadis ini disebutkan pada bagian Hari yang paling baik.

Rukshah ketika berkumpul Dua Hari Raya Edit

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau telah bersabda, "Telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Barang siapa berkehendak, ia telah tercukupi tanpa Shalat Jumat. Namun sesungguhnya kami tetap Shalat Jumat."[26]

Hari yang diperlihatkan seperti cermin cemerlang yang bertitik hitam Edit

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Diperlihatkan hari-hari kepadaku. Saat itu diperlihatkan pula hari Jumat. Ia seperti cermin yang cemerlang dan di tengah-tengahnya terdapat bintik hitam. Aku pun bertanya, "Apa ini?" Dijawab, "Hari Kiamat."[27]

Keutamaan meninggal pada hari Jumat Edit

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum'at atau malam Jum'at, melainkan Allah membebaskannya dari fitnah kubur."[28]

Hari yang dibangkitkan pada Hari Kiamat sebagai cahaya terang Edit

Dari Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya Allah akan membangkitkan hari pada Hari Kiamat dengan bentuknya. Dia akan membangkitkan Jumat sebagai cahaya yang terang, penduduknya mengelilinginya seperti pengantin yang memberi petunjuk dengan kemurahannya menerangi mereka. Dalam cahayanya mereka berjalan, kulit mereka seperti salju yang putih, wangi mereka semerbak laksana kesturi. Mereka berjalan ke dalam gunung kapur, dua golongan keheranan melihat mereka yang tidak tergelincir hingga masuk ke dalam surga. Tak seorang pun yang bersama mereka kecuali para muazin yang berharap."[29]

Catatan Edit

  1. Sahih. HR Muslim (1410 & 1411), Tirmidzi, Nasai, dan Ahmad. Sahih Abu Dawud (961).
  2. Hasan lighairih. HR Tirmidzi (3262) dan Baihaqi dalam asy-Syu'ab (3482). Silsilah Hadits Shahih (1502).
  3. Sahih. HR Abu Dawud (883 & 1308), Nasai, Ibnu Majah, dan Darimi. Sahih Abu Dawud (962 & 1370).
  4. Hasan. HR Ibnu Majah (1074) dan Ahmad (14997). Al-Misykah (1363).
  5. Hasan. HR Baihaqi (5994). Silsilah Hadits Shahih (1407).
  6. Isnadnya sahih. HR Abu Ishaq al-Harbi dalam Gharib al-Hadis (1/67). Silsilah Hadits Shahih (1527).
  7. Sahih. HR Hakim (3577). Silsilah Hadits Shahih (1527).
  8. HR Bukhari (1848) dan Darimi (1683).
  9. HR Bukhari (1849), Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad.
  10. HR Bukhari (1850), Abu Dawud (2069), dan Ahmad.
  11. Hasan lighairih. HR Ahmad (2484).
  12. Isnadnya sahih. HR Ahmad (20948).
  13. Sahih lighairih. HR Ahmad (26235).
  14. Sahih. HR Abu Nu'aim dalam al-Hilyah (7/207) dan Baihaqi dalam asy-Syu'ab. Silsilah Hadits Shahih (1566).
  15. Sahih. HR Bukhari (842 & 1006), Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah. Al-Irwa (627).
  16. HR Muslim (1454), Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.
  17. Sahih. HR Ibnu Majah (814). Al-Irwa (627).
  18. Sahih. HR Ibnu Majah (816). Ar-Raudh an-Nadhir (626 dan 627).
  19. Sahih. HR Muslim (1415), Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad. Sahih al-Jami (1017).
  20. Hasan. HR Malik (131) secara mursal dan dimausulkan oleh Ibnu Majah (1088). Al-Misykah (1398 & 1399).
  21. Hasan. HR Ibnu Majah (3478 & 3479). Silsilah Hadits Shahih (766).
  22. Sahih. HR Ibnu Hibban dalam Sahihnya (2771) dan ats-Tsiqat serta Abu Ya'la. Silsilah Hadits Shahih (1023).
  23. Hasan. HR Tirmidzi (451). Al-Misykah (1360).
  24. Hasan sahih. HR Ibnu Majah (1129). Sahih at-Targhib (702).
  25. Sahih. HR Tirmidzi (453), Abu Dawud, dan Ahmad dari jalur Malik (222), serta Nasai. Sahih at-Targhib (702).
  26. HR Abu Dawud (907).
  27. Sahih lighairih. HR Thabarani dalam al-Ausath (7307). Silsilah Hadits Shahih (7303).
  28. Hasan. HR Tirmidzi (994) dan Ahmad. Al-Misykah (1367).
  29. Sahih. HR Hakim (1027) dan Ibnu Hibban. Silsilah Hadits Shahih (706).

Rampaian Edit

Pranala luar Edit

Also on Fandom

Random Wiki