Fandom

Ensiklopedia Islam

Kamis

1.092pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel
ensiklopedia mengenai:

Kamis Edit

Hari sunnah untuk berbekam Edit

Dari Nafi, dari Ibnu Umar, ia berkata, "Wahai Nafi! Darahku bergejolak. Panggilkan aku seorang tukang bekam. Carikanlah tukang bekam yang sebaya semampumu, jangan mencari yang terlalu tua atau terlalu muda. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 'Berbekam di waktu pagi itu lebih baik. Dalam bekam terdapat penyembuh, berkah, penguat akal dan hafalan. Berbekamlah dengan berkah Allah di hari Kamis. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa karena itu adalah hari ketika Allah menyembuhkan Ayyub dari sakit. Dan Allah menimpakan sakit kepadanya pada hari Rabu. Sesungguhnya kusta dan belang tidak muncul, kecuali pada hari Rabu atau malam Rabu.'"[1]

Hari terbukanya pintu-pintu surga Edit

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda, "Pintu-pintu surga terbuka pada hari Senin dan hari Kamis. Pun diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali orang yang antara dia dan saudaranya ada perselisihan. Dikatakanlah, 'Tangguhkanlah dua orang ini hingga keduanya berdamai. Tangguhkanlah dua orang ini hingga keduanya berdamai. Tunggulah dua orang ini hingga keduanya berdamai.'[2]

Hari disunnahkan berpuasa, hari pelaporan amal Edit

Dari Aisyah, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa memilih Puasa Senin dan Kamis."[3]
Dari Ikrimah bin Khalid ‒ seorang arif dari orang arif Quraisy, telah mengisahiku ayahku, bahwasanya ia mendengar dari mulut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, enam hari di bulan Syawal, Rabu, dan Kamis, niscaya akan masuk surga."[4]
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Amal manusia dihadapkan dua kali dalam setiap pekan, hari Senin dan hari Kamis. Juga diampuni setiap hamba yang beriman, kecuali hamba yang antara dia dan saudaranya ada perselisihan. Dikatakanlah, 'Tinggalkanlah mereka atau tinggalkanlah dua orang ini hingga keduanya bermaafan.'"[5]
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda, "Amal perbuatan dihadapkan pada hari Senin dan Kamis. Oleh karena itu, aku senang amalku diperlihatkan sementara aku sedang berpuasa."[6]
Dari maula Usamah bin Zaid, bahwasanya ia bersama Usamah menuju Lembah Qura untuk mengambil hartanya. Ia biasa berpuasa hari Senin dan hari Kamis. Maulanya bertanya kepadanya, "Mengapa engkau berpuasa hari Senin dan hari Kamis padahal engkau seorang tua renta?" Ia menjawab, "Sesungguhnya Nabiyullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa berpuasa hari Senin dan hari Kamis dan beliau ditanya tentang hal itu. Beliau pun menjawab, 'Sesungguhnya amal-amal para hamba dihadapkan pada hari Senin dan hari Kamis.'"[7]

Sunnah berpuasa Putih pada hari Senin pertama dan dua Kamis berikutnya Edit

Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa berpuasa tiga hari di setiap bulan: Hari Senin pertama bulan itu dan Kamis yang mengikutinya, kemudian Kamis yang berikutnya.[8]
Hunaidah al-Khuzai berkata, "Aku masuk ke rumah Ummul Mukminin, mendengarnya berkata, 'Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa berpuasa di setiap bulan, tiga hari: Senin pertama bulan tersebut, Kamis, kemudian Kamis yang berikutnya.'"[9]

Hari sunnah untuk berangkat bepergian, termasuk pergi berperang Edit

Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Sungguh jarang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat jika beliau berangkat untuk bepergian, kecuali di hari Kamis."[10]
Dari Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat pada hari Kamis pada Perang Tabuk dan beliau suka berangkat pada hari Kamis.[11]
Dari Ummu Salamah, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyukai hari Kamis untuk bepergian."[12]

Hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berwasiat sebelum wafatnya Edit

Dari Said bin Jubair, ia berkata: Telah berkata Ibnu Abbas, "Hari Kamis. Apakah hari Kamis itu?" Kemudian ia menangis sampai-sampai air matanya membasahi batu kerikil. Aku bertanya, "Wahai Ibnu Abbas! Apakah hari Kamis itu?" Ia berkata, "Saat sakit Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam semakin parah, beliau bersabda, 'Bawakan aku. Akan aku tuliskan kalian catatan yang kalian tidak akan sesat sepeninggalku.' Kemudian para sahabat berbantah-bantahan, padahal tidak pantas berbantah-bantahan di dekat Nabi. Mereka berkata, 'Bagaimana keadaannya? Apakah beliau mengigau? Mintalah kejelasan kepada beliau.' Beliau bersabda, 'Biarkanlah aku. Demi Zat yang aku baik dengannya, aku wasiatkan kalian tiga hal. Keluarkanlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab dan izinkanlah duta seperti dahulu aku mengizinkan mereka.'" Ia berkata, "Dan beliau diam dari yang ketiga atau beliau sabdakan kemudian aku melupakannya."[13]

Catatan Edit

  1. Hasan. HR Ibnu Majah (3478 & 3479). Silsilah Hadis Sahih (766).
  2. Sahih. HR Muslim (4652) dan Ahmad (8832). Sahih al-Jami (2970).
  3. HR Tirmidzi (676), Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad.
  4. HR Abu Nu'aim dalam Ma'rifah as-Sahabah (2455) dengan isnad yang hasan. Mausu'ah al-Hadits (2271).
  5. Sahih. HR Muslim (4653 & 4654) yang salah satunya dengan sanad Malik (1415). Sahih al-Jami (2958).
  6. Sahih. HR Tirmidzi (678) dan Darimi (1686). Al-Irwa (949).
  7. Sahih lighairih. HR Abu Dawud (2080), Ahmad, dan Darimi. Al-Irwa (948).
  8. Sahih. HR Nasai (2370 & 2371) dan Ahmad (5385). Sahih Abu Dawud (2106).
  9. Sahih. HR Nasai (2372), Abu Dawud (2081), dan Ahmad. Sahih Abu Dawud (2106).
  10. HR Bukhari (2730), Abu Dawud, Ahmad, dan Darimi.
  11. Sahih. HR Bukhari (2731) dan Ahmad (15219). Sahih al-Jami (4923).
  12. Sahih lighairih. HR Thabarani dalam al-Kabir (542). Silsilah Hadis Sahih (2128).
  13. HR Muslim (3089 & 3090) dan Ahmad (3165).

Rampaian Edit

Also on Fandom

Random Wiki