Fandom

Ensiklopedia Islam

Maghrib

1.092pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Maghrib Edit

Batas-batas waktu Maghrib Edit

Harami bin Umarah: Telah mengisahi kami Syu'bah, dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, bahwasanya seorang lelaki mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menanyai beliau tentang waktu shalat. Beliau pun menjawab, "Hadirilah shalat bersama kami." Beliau menyuruh Bilal, lalu Bilal adzan ketika suasana gelap. Beliau shalat subuh ketika fajar terbit. Kemudian beliau memerintahkannya adzan dhuhur ketika matahari telah tergelincir dari tengah langit. Beliau menyuruhnya adzan asar saat matahari masih tinggi. Beliau menyuruhnya adzan maghrib ketika matahari telah terbenam. Beliau menyuruhnya adzan isya ketika mega telah menghilang. Keesokan hari beliau menyuruhnya, sehingga ia adzan subuh ketika suasana menerang. Beliau menyuruhnya adzan dhuhur, sehingga ia adzan ketika suasana mendingin. Beliau menyuruhnya adzan asar sementara matahari putih bersih tanpa bercampur kuning. Beliau menyuruhnya adzan maghrib sebelum mega menghilang. Kemudian beliau menyuruhnya adzan isya saat lewatnya sepertiga atau sebagian malam ‒ Harami ragu. Ketika subuh, beliau bertanya, "Di mana orang yang bertanya dahulu? Apa-apa di antara yang kau lihat adalah waktunya."[1]

Dzikir petang setelah Shalat Maghrib Edit

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barangsiapa mengucapkan Lā ilāha illăllähu wahdahū lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai`in qådīrun (Tidak ada ilah selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya pula segala pujian, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) setelah Shalat Subuh sepuluh kali, maka Allah Azza wa Jalla tulis baginya sepuluh kebaikan, Allah hapus darinya sepuluh keburukan, Allah angkat dia sepuluh derajat, dia memperoleh pahala seperti memerdekakan dua orang budak dari keturunan Ismail, dan menjadi perisai untuknya dari setan hingga petang. Dan jika ia mengucapkannya ketika petang, ia juga memperoleh yang seperti itu, dan menjadi perisai untuknya dari setan hingga subuh."[2]
Dari Abu Ayyub al-Anshari, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barangsiapa mengucapkan jika shalat Subuh Lā ilāha illăllähu wahdahū lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai`in qådīrun (Tidak ada ilah selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya pula segala pujian, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, itu seperti memerdekakan empat orang budak, dengan kalimat itu ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus darinya sepuluh keburukan, ia diangkat sepuluh derajat, dan itu menjadi tameng dari setan hingga petang. Dan seperti itu juga jika ia mengucapkannya setelah maghrib."[3]
Dari Umarah bin Syabib as-Sabai, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barangsiapa mengucapkan Lā ilāha illăllähu wahdahu lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, yuhyī wa yumītu, wa huwa 'alā kulli syai`in qådīrun (Tidak ada sesembahan selain Allah saja, tidak ada sekutu untuk-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali setelah maghrib, niscaya Allah utus pasukan (malaikat) yang akan menjaganya dari setan hingga subuh. Dengan kalimat itu juga Allah tulis untuknya sepuluh kebaikan yang mengharuskan (masuk surga), menghapus darinya sepuluh keburukan, dan dia memperoleh pahala seperti memerdekakan sepuluh budak mukmin."[4]

Catatan Edit

  1. HR. Muslim (970).
  2. HR. Hasan bin Arafah dalam Juznya (18). Ash-Shahihah (113).
  3. HR. Ahmad (15988 & 22418). Shahih at-Targhib (474).
  4. HR. Tirmidzi (3457) dan Nasai dalam al-Kubra (10338). Ringkasan Hadits (8013).

Rampaian Edit

Also on Fandom

Random Wiki