Fandom

Ensiklopedia Islam

Rumah

1.092pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel
ensiklopedia mengenai:

Rumah Edit

Di antara kebahagiaan atau kesengsaraan adalah tempat tinggal Edit

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Empat hal yang termasuk kebahagiaan: Istri yang salehah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Empat hal yang termasuk kesengsaraan: Tetangga yang buruk, istri yang buruk, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang jelek."[1]
Dari Nafi bin Abdul Harits, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Termasuk kebahagiaan seseorang adalah tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman, dan tempat tinggal yang luas."[2]
Dari Asma, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya termasuk kesengsaraan seorang lelaki di dunia ada tiga: Tempat tinggal yang buruk, istri yang buruk, tunggangan yang buruk." Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah tempat tinggal yang buruk itu?" Beliau bersabda, "Keadaannya sempit dan tetangganya jelek." Ia bertanya, "Dan apa tunggangan yang buruk itu?" Beliau bersabda, "Punggungnya mencegah dia dan tulang rusuknya buruk." Ia bertanya lagi, "Dan apa itu istri yang buruk?" Beliau bersabda, "Kandungannya mandul dan akhlaknya buruk."[3]

Berzikir menyebut Allah ketika masuk rumah Edit

Dari Jabir bin Abdillah, bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Jika seseorang memasuki rumahnya, kemudian menyebut Allah ketika masuknya dan ketika makannya, maka setan berkata, 'Tidak ada tempat menginap untuk kalian dan juga tidak ada makan malam.' Jika ia masuk, namun tidak menyebut Allah ketika masuknya, maka setan berkata, 'Kalian mendapatkan tempat bermalam.' Dan jika ia tidak menyebut Allah ketika makannya, setan berkata, 'Kalian memperoleh tempat menginap dan makan malam.'"[4]


Berzikir menyebut Allah ketika masuk rumah adalah dengan memberi salam, walaupun tidak ada orang di rumah tersebut, berdasarkan dalil-dalil berikut:

Apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah, dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti.[5]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya Islam mempunyai rambu dan tiang sebagaimana tiang jalanan. Di antara hal itu adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, memerintahkan kebaikan, mencegah keburukan, salammu kepada Bani Adam jika engkau bertemu mereka. Jika mereka menjawabmu, maka malaikat akan menjawab engkau dan mereka. Dan jika mereka tidak menjawabmu, maka malaikat akan menjawabmu dan melaknat mereka atau mendiamkan mereka. Dan salammu kepada penghuni rumahmu jika engkau masuk menemui mereka. Barang siapa mengurangi sesuatu dari hal-hal tersebut, maka itu adalah bagian dari Islam yang ia tinggalkan. Dan barang siapa meninggalkan semuanya, maka sungguh ia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya."[6]

Berzikir ketika keluar rumah Edit

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barang siapa mengucapkan, yaitu jika keluar dari rumahnya, Bismillāhi tawakkaltu 'alăllähi wa lā haula wa lā quwwata illā billāhi (Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dari Allah), maka akan dikatakan kepadanya, 'Kau telah dicukupi dan ditolong', serta setan akan menjauh darinya."[7]
Dari Ummu Salamah, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika keluar dari rumahnya, beliau mengucapkan, "Bismillāhi tawakkaltu alăllähi. Ăllähumma innā na'ūdzubika min an nazilla au nadhilla au nazhlima au nuzhlama au najhala au yujhala 'alainā (Dengan nama Allah. Ya Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari tergelincir atau tersesat, menzalimi atau terzalimi, membodohi atau dibodohinya kami)."[8]

Membaca dua ayat penutup Al-Baqarah Edit

Dari Nu'man bin Basyir, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Sesungguhnya Allah menulis sebuah kitab, dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dia menurunkan dari kitab itu dua ayat yang menutup Surah al-Baqarah. Dan tidaklah dua ayat tersebut dibaca pada suatu kampung selama tiga malam, kemudian kampung tersebut didekati setan."[9]

Menunaikan sebagian shalat di rumah Edit

Dari Ibnu Umar, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian dan jangan menjadikannya kuburan."[10]
Dari Zaid bin Khalid al-Juhani, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Janganlah kalian membuat rumah-rumah kalian menjadi kuburan. Salatlah kalian di dalamnya."[11]
Dari Aisyah, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Jadikanlah sebagian shalatmu itu di rumah dan jangan menjadikannya kuburan untukmu sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani membuat kuburan di rumah mereka. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibaca Al-Qur'an akan terlihat oleh penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang oleh penduduk bumi."[12]
Dari Ashim bin Amr, bahwasanya sekelompok penduduk Irak menemui Umar, kemudian menanyainya tentang salat seseorang di rumahnya. Umar pun menjawab, "Tidak menanyaiku tentangnya seorang pun semenjak aku menanyai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Beliau telah bersabda, 'Salat seseorang di rumahnya adalah cahaya, maka cahayailah rumah-rumah kalian.'"[13]


Shalat sunnah yang paling utama untuk laki-laki adalah di rumah

Dari Busr bin Said, dari Zaid bin Tsabit, "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam membuat bilik". Busr berkata: Aku mengira bahwa dia berkata, "dari tikar pada bulan Ramadan. Beliau salat di salamnya pada hari hari. Orang-orang dari para sahabatnya salat mengikuti salatnya. Ketika mengetahui mereka, beliau duduk, kemudian keluar menemui mereka. Beliau pun bersabda, 'Aku telah mengetahui yang aku lihat dari perbuatan kalian. Salatlah wahai manusia di rumah-rumah kalian karena sesungguhnya salat yang paling utama adalah salat seseorang di rumahnya, kecuali salat wajib.'"[14]


Shalat terbaik untuk perempuan adalah di rumah, termasuk shalat wajib

Dari Ummu Salamah ‒ istri Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Sebaik-baik masjid wanita adalah bagian terdalam rumah-rumah mereka."[15]
Dari Abdullah (bin Mas'ud), dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda, "Salat seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada salatnya di serambinya. Dan salatnya di kamarnya lebih utama dari salatnya di rumahnya."[16]


Shalat sunnah ba'diyah di rumah setelah shalat wajib di masjid

Meminta izin sebelum masuk kamar orang dewasa (baligh) Edit

Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.(58) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.(59)[17]

Rumah yang tidak dimasuki malaikat Edit

Catatan Edit

  1. HR Ibnu Hibban dalam Sahihnya (4032). Arnauth dan Albani (4021) mensahihkannya.
  2. HR Ahmad (14830). Arnauth (15409) mensahihkannya.
  3. HR Thabarani dalam al-Kabir (19917) dengan isnad yang hasan. Mausu'ah al-Hadits.
  4. HR Muslim (3762), Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.
  5. QS. An-Nur, 24:61.
  6. Sahih. HR Marwazi dalam Ta'zhim Qadr ash-Shalah (405). Silsilah Hadis Sahih (333).
  7. Sahih. HR Tirmidzi (3348) dan Abu Dawud (4431). Tahqiq Kedua al-Misykah (2443).
  8. Sahih. HR Tirmidzi (3349), Abu Dawud (4430), Ibnu Majah, dan Ahmad. Al-Kalim ath-Thayyib (59).
  9. HR Tirmidzi (2807), Ahmad, dan Darimi. Tirmidzi dan Albani mengesahkannya. Al-Misykah (2145).
  10. HR Bukhari (414 & 1114), Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ahmad.
  11. Sahih lighairih. HR Ahmad (16416, 16429, 20688) dan Dzahabi dalam as-Siyar (238).
  12. Sahih. HR Ahmad untuk sebagian awal redaksi dan Dzahabi dalam as-Siyar (395). Silsilah Hadis Sahih (3112).
  13. HR Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya (6460) dengan isnad yang hasan. Mausu'ah al-Hadits (6304).
  14. HR Bukhari (689, 5648, 6746) dan Nasai (1581).
  15. HR Hakim (756) dengan isnad yang hasan. Mausu'ah al-Hadits (708).
  16. HR Abu Dawud (483) dengan isnad yang sahih berdasarkan syarat Muslim. Sahih Abu Dawud (579).
  17. QS. An-Nur, 24:5859.

Rampaian Edit

Pranala luar Edit

Also on Fandom

Random Wiki