Fandom

Ensiklopedia Islam

Tidur

1.092pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel
ensiklopedia mengenai:

Tidur Edit

Sebelum tidur Edit

Berwudhu dan berbaring di sebelah kanan Edit

Al-Bara bin Azib radhiyallahu 'anhuma berkata: Telah bersabda kepadaku Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Jika engkau mendatangi pembaringanmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan sisi tubuhmu yang kanan dan ucapkanlah, Ăllähumma aslamtu nafsī ilaika, wa fawwadhtu amrī ilaika, wa alja`tu zhåhrī ilaika, råhbatan wa råghbatan ilaika. Lā malja-a wa lā manjā minka illā ilaika. Ãmantu bi kitābikalladzī anzalta, wa bi nabiyyikalladzī arsalta (Ya Allah! Aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku haturkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dengan harap dan cemas kepada-Mu. Tidak ada perlindungan dan keselamatan dari-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus). Jika engkau mati, maka engkau mati di atas fitrah. Jadikanlah ia yang terakhir engkau ucapkan." Aku mengulanginya, "Wa bi råsūlikalladzī arsalta (dan kepada rasul-Mu yang Engkau utus)." Beliau bersabda, "Tidak. Wa bi nabiyyikalladzī arsalta (dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus)."[1]

Meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan Edit

Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika ke pembaringannya pada waktu malam, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian mengucapkan Ăllähumma bismika amūtu wa ahyā (Ya Allah! Dengan nama-Mu aku mati dan hidup) dan jika bangun, beliau mengucapkan Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūru (Segala puji bagi Dzat yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kebangkitan)."[2]

Bertasbih, bertahmid, dan bertakbir 100 kali Edit

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Dua hal yang tidak dijaga seorang muslim melainkan ia masuk surga. Ketahuilah, keduanya mudah namun yang mengamalkannya sedikit; yaitu bertasbih kepada Allah di akhir tiap shalat sepuluh kali, bertahmid kepada-Nya sepuluh kali, dan bertakbir kepada-Nya sepuluh kali."

Dia berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menghitungnya dengan tangannya. Beliau bersabda, "Demikian itu seratus lima puluh di lisan namun seribu lima ratus di Timbangan. Dan jika engkau di tempat tidurmu, engkau bertasbih, bertakbir, dan bertahmid kepada-Nya seratus kali. Demikian itu seratus di lisan tetapi seribu di Timbangan. Siapakah di antara kalian yang berbuat dua ribu lima ratus keburukan dalam sehari semalam?" Para shahabat bertanya, "Bagaimana orang tidak menjaganya?" Beliau bersabda, "Setan mendatangi salah seorang dari kalian dalam shalatnya. Setan berkata, 'Ingatlah ini, ingatlah itu.' hingga ia bergegas agar ia tidak melakukan. Dan setan mendatanginya di tempat tidurnya, menidurkannya hingga tertidur."[3]

Membaca Ayat Kursi Edit

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia telah berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyuruhku menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Seseorang mendatangiku, ia mencuri makanan. Aku pun menangkapnya, lalu kukatakan, "Sungguh akan kulaporkan kamu kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam." Kemudian Abu Hurairah mengisahkan haditsnya. Pencuri itu berkata, "Jika engkau berbaring di tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi, maka penjaga dari Allah tidak akan meninggalkanmu dan setan tidak akan mendekatimu hingga subuh." Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Dia jujur kepadamu, padahal dia adalah pembohong. Itu adalah setan."[4]

Membaca Surah as-Sajdah dan al-Mulk Edit

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak tidur sehingga beliau membaca Tanzīl as-Sajdah dan Tabāråka."[5]

Berdoa Edit

Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika hendak tidur, beliau mengucapkan Bismikăllähumma amūtu wa ahyā (Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan hidup) dan jika bangun dari tidurnya, beliau mengucapkan Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūru (Segala puji bagi Dzat yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kebangkitan)."[6]
Dari Al-Bara bin Azib, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika beranjak ke tempat tidurnya, beliau tidur di sisi tubuhnya yang kanan, kemudian mengucapkan Ăllähumma aslamtu nafsī ilaika, wa wajjahtu wajhī ilaika, wa fawwadhtu amrī ilaika, wa alja`tu zhåhrī ilaika, råhbatan wa råghbatan ilaika. Lā malja-a wa lā manjā minka illā ilaika. Ãmantu bi kitābikalladzī anzalta, wa bi nabiyyikalladzī arsalta (Ya Allah! Aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku haturkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dengan harap dan cemas kepada-Mu. Tidak ada perlindungan dan keselamatan dari-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus). Dan telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barang siapa mengucapkannya, kemudian meninggal malam itu, maka ia meninggal di atas fitrah."[7]

Bangun tidur Edit

Berdoa Edit

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika beranjak ke tempat tidurnya, beliau mengucapkan Bismika amūtu wa ahyā (Dengan nama-Mu aku mati dan hidup) dan jika bangun, beliau mengucapkan Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūru (Segala puji bagi Dzat yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kebangkitan)."[8]

Membasuh tangan Edit

Membersihkan hidung Edit

Bersiwak Edit

Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak tidur melainkan ada siwak di sisinya, sehingga jika bangun, beliau awali dengan bersiwak.[9]

Catatan Edit

  1. HR Bukhari (5836).
  2. HR Bukhari (5839).
  3. HR. Tirmidzi (3332), Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad. Takhrij al-Kalim ath-Thayyib (111).
  4. HR Bukhari (3033 & 4624) secara mu'allaq dan dimaushulkan oleh Nasai dalam Al-Kubra (10729).
  5. HR Tirmidzi (3326), Ahmad, Darimi, Baghawi dalam Tafsirnya, dan lain-lain. Ash-Shahihah (585).
  6. HR Bukhari (5849) dan Ahmad (22184).
  7. HR Bukhari (5840).
  8. HR Bukhari (5837 & 6845), Tirmidzi (3339), dan Ahmad (22280 & 22301).
  9. HR Ahmad (5707). Ash-Shahihah (2111).

Rampaian Edit

Also on Fandom

Random Wiki